Sabtu, 04 Juni 2011

Bahasa Indonesia (Tulisan 5)

Adik baru ku...

Mempunyai seorang adik mungkin hal yang membahagiakan. Dengan adanya adik, kita tidak akan merasa kesepian. Bisa tertawa, bercanda, bermain dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan bersama adik kita. Namun, semua hal tersebut tidak pernah saya rasakan.

Saya adalah seorang anak tunggal atau sering disebut” anak semata wayang”. Saya hanya tinggal bersama kedua orang tua saya. Sejak saya duduk di bangku SD(Sekolah Dasar) saya mulai mengharapkan mempunyai seorang adik karena ketika berada di rumah saya merasa kesepian. Saya juga sangat iri sekali melihat teman-teman saya yang mempunyai adik. Sering sekali saya menangis dan merengek meminta seorang adik kepada orang tua saya. Setiap saya sholat, saya selalu berdo’a memohon kepada yang Maha kuasa agar saya diberikan seorang adik. Bertahun-tahun saya berdo’a mengharapkan kehadiran seorang adik, tetapi hal tersebut belum terwujud. Sampai pada akhirnya ketika saya duduk di bangku perguruan tinggi, saya sudah berputus asa dan tidak lagi mengharapkan seorang adik. Saya berpikir apabila sekarang saya mempunyai seorang adik perbedaan usia kami terpaut jauh dan mungkin saya memang ditakdirkan untuk sendiri.

Suatu ketika pada akhir tahun 2010 lalu, tanpa disangka-sangka do’a yang selama ini saya panjatkan akan segera dikabulkan. Awal tahun 2011 lalu saya mempunyai seorang adik laki-laki. Walaupun bukan adik kandung, namun tidak mengurangi rasa bahagia saya. Ia berusia 5,6 tahun tubuhnya mungil dan putih, serta termasuk anak yang pandai dan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Sebenarnya ia adalah anak dari paman saya, tetapi karena sesuatu hal paman saya memberikannya kepada orang tua saya agar diasuh sampai dewasa nanti. Sejak saat itu ia tinggal bersama keluarga saya. Saya sangat bersyukur kepada ALLAH SWT yang telah mengabulkan do’a-do’a saya walaupun dengan waktu yang cukup lama, dan sekarang usia saya sudah 20 tahun dan adik saya berusia 5,6 tahun. Meskipun demikian, saya sangat menyayanginya seperti adik kandung saya sendiri, begitu-pun kedua orang tua saya menyayanginya seperti menyayangiku. Sekarang saya tidak merasa kesepian lagi ketika berada di rumah. Kini adik ku akan masuk ke Sekolah Dasar. Semoga ia menjadi anak yang soleh dan pandai serta menyayangi saya dan kedua orang tua saya dengan sepenuh hati.

Bahasa Indonesia (Tulisan 4)

Ketika kejujuran hati dipertanyakan

Berkata jujur mungkin hal tidak mudah untuk dilakukan. Seringkali kita berbohong dengan bernagai cara untuk menutupi kebenaran yang sesungguhnya. Kata ataupun jawaban yang keluar dari mulut kita terkadang bertentangan dengan hati kita. Orang lain mungkin bisa kita bohongi dengan ucapan yang keluar dari mulut kita, yang mereka anggap itu adalah ucapan yang sejujurnnya. Namun, sepandai apapun kita bisa membohongi orang lain tetapi ada hal yang perlu kita ingat.....”kita tidak pernah bisa membohongi diri sendiri”. Saat itulah kejujuran dari hati kita dipertanyakan. Mulut mungkin saja bisa berbohong tetapi hati selalu jujur. Seseorang yang jujur adalah seseorang yang apabila ia berkata sesuai dengan apa kata hatinya.

Rabu, 01 Juni 2011

Tulisan 3

Sulinya berbuat baik

Berbuat baik bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Terkadang ketika kita ingin berbuat baik banyak sekali halangannya. Berbuat baik dibutuhkan kemantapan hati dan keikhlasan yang sangat besar. Percuma saja kita berbuat baik apabila masih mengharapkan imbalan. Tidak semua orang mampu berbuat baik, hanya orang-orang yang berjiwa besar dan memiliki keikhlasan serta hati yang tulus mampu berbuat baik.

Tulisan 2

Alasan membuat maket menggunakan akrilik

Setiap mahasiswa yang membuat alat untuk PI(Penulisan Ilmiah) pasti membuat maket untuk alatnya tersebut. Berikut ini adalah beberapa alasan memilih akrilik untuk membuat maket:

· Lebih mudah dibentuk sesuai keinginan.

· Mudah didapatkan.

· Penampilannya lebih menarik.

· Lebih efisien.

· Lebih awet.